Dari tempat
yang ku berdiri
Ku memandang
ke kiri dan ke kanan
Segumpalan
Awan Hitam Melilit Alam Papua
Seakan
tembok Raksasa
Tanpa sadar
orang Papua
Berada dalam
jalan Tol Kepunahan
Saat itulah…..!
Aku berteriak ke kiri dan ke kanan
Namun yang menghampiri Aku
Hanyalah serombongan binatang Taon
Yang mengigit seluruh badanku
Mengigit
yang tiada henti henti di badanku
Dia tidak
peduli dengan darah air mataku
Dia tidak
peduli dengan kesakitanku
Dia pun
tidak peduli dengan tetesan air mata
Dari situlah……!
Niatku keluar dari awan hitam
Niatku menghancurkan tembok raksasa
Niatku mau terbang
Niatku mau keluar dari terari besi
Ku keluar
dan terbang mencari diriku yang hilang
Ku terbang
mencari koteka
Ku terbang
mencari petatas
Ku terbang
mencari anak panah









+ komentar + 1 komentar
k
Posting Komentar