Kulirik waktu yang berlalu pergi
Pagi
….hampir tiba
Namun
mata ini semakin tak bisa untuk terpejam
Bayang-bayang
pagi hampir datang tetapi diri ini masih ditepian pembaringan
Menatap
langit-langit penuh harap
Menyatu
dalam angan terbawa hampa
Oh hidup
mengapa harus seperti ini
Sampai
kapan ?
Tanya
yang hadir disela lamunan
Berharap dimasa ini akhir dari perjalanan panjang
Sebuah
harapan dan cita-cita yang telah ada sejak dahulu
Aneh dan
aneh harusnya mereka sadar tanah ini sudah bebas
Harus mereka
mengakui, ini hak kami!
Menentukan
arah dan pilihan jalan kami.
Namun
mereka buas, membantai tanpa ampun
Tak harus
gunakan senjata untuk meredam suara kebebasan
Nyawa-nyawa
telah hilang, tinggallah duka cerita untuk generasi
Jiwa-jiwa
pergi mendahului panggilan sang khalik
Mungkin
aku juga ada diantara antrian kematian karena perjuangan
Ataukah ?
Ah aku
tak mampu membayangkan………………
Saat
suara-suara yang tertekan menyatu menggetarkan jagat,
saat dimana tak ada lagi pagar
yang dapat menahan gejolak amarah yang akan menyingkirkan engkau.
Perlahan
namun pasti, kebenaran sejarah itu akan terungkap.
Kebebasan
ada di tangan rakyat.
ku
akhiri yang terlintas sampai tersalur dilembaran ini.
By:Phaul
Henger








Posting Komentar