Siaran Abaimaida - Dinas Kesehatan Kabupaten Nduga,
Papua, membutuhkan helikopter atau pesawat carteran untuk menyisir anak-anak
hingga ke pedalaman dalam melakukan imunisasi massal campak dan rubella di 32
distrik dan 420 kampung.
“Ada 12 distrik yang hanya bisa dijangkau dengan pesawat dan
9 distrik dengan helikopter. Jika ini dilakukan, maka kami yakin imunisasi di
Nduga bisa mencapai 100 persen,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nduga,
Ina Gwijangge, di Wamena, Rabu (11/7).
Dia mengaku hingga saat ini anak-anak dikabupaten itu belum
pernah mendapatkan imunisasi campak dan rubella. Imunisasi yang diberikan
selama ini hanya sebatas imunisasi dasar, itu pun tidak semua anak di Nduga
dapat dijangkau.
“Kami butuh dukungan semua pihak dalam melakukan program
pemerintah ini. Walaupun di Nduga belum ditemukan kasus campak dan rubella.
Kasus terakhir yang ditemukan di Nduga adalah pertusis,” ujarnya.
Ina menambahkan, rubella merupakan jenis imunisasi yang
berfungsi untuk melindungi tubuh dari dua penyakit sekaligus, yakni campak
(measles) dan campak Jerman (rubella). Vaksin rubella merupakan program
nasional untuk menghindari kasus cacar air seperti yang terjadi di Papua
Nugini.
“Untuk pelaksanaan kegiatan akan berlangsung Agustus dan
menyisir anak usia 9-15 tahun. Kami terus melakukan kampanye untuk imunisasi
ini, sebab ini adalah imunisasi massal bagi masyarakat setempat,” jelasnya.
Biasanya, satu kali perjalanan ke pedalaman Nduga dengan
helikopter ataupun pesawat carteran dihargai hingga Rp 20 juta dalam satu kali
perjalanan. “Jadi, kalau carter pesawat atau helikopter, bolak balik, tinggal
dikalikan saja,” kata salah satu petugas di Bandara Wamena.








Posting Komentar