Langit biru membentang
sebagai atap kami
alam yang hijau dan kaya tempat kami berpijak
cukup membuat anak dan cucu untuk tersenyum
berlari sebebas mungkin, lepas...dan lepas...
alam yang hijau dan kaya tempat kami berpijak
cukup membuat anak dan cucu untuk tersenyum
berlari sebebas mungkin, lepas...dan lepas...
sederhana
tapi bahagia,
bukan karna harta, jabatan, dan kekayaan,
hanya atas dasar cinta dan kekeluargaan,
ini alam kami , alam kita, alam Papua
ini tanah kami, tanah kita, tanah Papua
ini rumah kami, rumah kita, rumah Papua
bukan karna harta, jabatan, dan kekayaan,
hanya atas dasar cinta dan kekeluargaan,
ini alam kami , alam kita, alam Papua
ini tanah kami, tanah kita, tanah Papua
ini rumah kami, rumah kita, rumah Papua
Tapi tahukah engkau
wahai penguasa
ketika kami seakan tak punya rumah
ketika alam seakan berganti tuan
melenyapkan semua senyum anak bangsa
mutiara hitam yang mengkilau di negeri Mambesak
meleburkan kisah masa lampau
melanjutkan hidup bagaikan cerita fiksi
kami tak tahu sampai dimana ini akan berhenti
ketika kami seakan tak punya rumah
ketika alam seakan berganti tuan
melenyapkan semua senyum anak bangsa
mutiara hitam yang mengkilau di negeri Mambesak
meleburkan kisah masa lampau
melanjutkan hidup bagaikan cerita fiksi
kami tak tahu sampai dimana ini akan berhenti
Tak
pernah,,,,
tak pernah dalam kalbuku , mengganti merah Biru Putih ku
tak pernah aku rela berpaling dari sang gagah Bintang Kejora
Tapi pandangan kami dari hati,
kami memang berkulit hitam, hingga akhir hayat kami.
Aku Papua
tak pernah dalam kalbuku , mengganti merah Biru Putih ku
tak pernah aku rela berpaling dari sang gagah Bintang Kejora
Tapi pandangan kami dari hati,
kami memang berkulit hitam, hingga akhir hayat kami.
Aku Papua









+ komentar + 2 komentar
f
d
Posting Komentar