Siaran Abaimaida
Home » » KEPUNAHAN

KEPUNAHAN



Ketika aku termenung dalam Alamku
Tawa dan senyum mengurai wajahku
Kala dengungan dan lenkingan burung menghiasi Alamku
Kala dedaunan pohon melambai lambai
Menghiasi alam Papua yang terpesona
                            
Saat tawa dan senyum mengurai wajahku
Seekor nyamuk datang menghampiri dan menggigitku
Terkagetlah daku ketika darah membanjiri wajahku
Ku kaget, dia datang tanpa ku undang

Hai Nyamuk
Siang dan malam tak henti henti
Mengisap darahku
Mengisap harta kekayaanku
Sampai kapankah engkau berhenti?
Entahlah………!

Ku tak tahu sampai kapan dia berhenti
Tubuhku menjadi letih dan lesu
Tubuhku menjadi kurus dan langsing
Walau saudara yang sana pun membiarkan daku

Hai Nyamuk
Engkau datang tanpa diundang
Engkau memang licik dan halus
Engkau memang terlatih
Engkau membuat darahku terus mengalir
Seakan aku menjadi pendonor darah bagimu

Kini ku hanya menghitung jarum jam
Sambil meneriak riak tuk mengobatiku
Tak ada saudara yang sana pun datang mengobatiku

Kini jarum jam menuju detik detik terakhir
Harapan pun lenyap
Nafasku pun hampir terlepas
Biarlah ku dipaksakan untuk tempuh jalan KEPUNAHAN.

    



Bagikan Artikel Ini :

Posting Komentar