Ku
menelusuri tepi sungai yang tiada tepi
Demi
mencarimu
Entah
dimana kau berada
Namun, kau
menjauh dariku
Ku merangkai kata demi kata
Dengan tetesan air mata
Untukmu
Entah dimana kau berada
Namun, kau buta mengartikannya
Ku rela
meneteskan darahku tiada hentinya
Dibawah
kolong langit ini
Demi kamu
Entah
dimana kau berada
Namun,
pengertianmu kusut
Ku goreskan rangkaian kata di atas daun
Mai
Untukmu
Entah dimana kau berada
Namun, kau membakar daunnya
Ku titipkan
pesanku lewat burung Wonou
Dengan
teriakan yang mendalam
Untukmu
Entah
dimana kau berada
Namun, kau
menghiraukannya
Sungguh….! Sungguh…..! Sungguh……..!!!
Kau seakan Emas yang terserap di bawah
tanah
Kau seakan Mutiara Hitam di dasar Laut
Betapa sulitnya mendapatmu
Namun, apalah dayaku tangan tak sampai
Harapanku,
Entah
dimana kau berada
Kembalilah
padaku
Smoga
Dirimu dan
diriku di ikat menjadi satu.









Posting Komentar